Jatuh Cinta, Apa Penawarnya?

AL-UKHUWAH.COM – Cukuplah seseorang dikatakan jatuh cinta ketika dia selalu terbayang wajah yang diidolakan. Ibarat kata, racun mematikan menjadi minuman lezat karena cinta yang tidak tepat. Hati bersih menjadi buram, perilaku baik menjadi menyimpang, hari-hari penuh ceria menjadi sirna karena beratnya asmara seseorang yang menanggung beban jatuh cinta.

Kita melihat, berapa orang yang telah jatuh ke dalam jurang kehinaan karena cinta. Seorang remaja menjadi kehilangan harapan cerah di masa depannya, seorang alim menjadi durhaka, seorang berhati lugu menjadi liar, seorang berjaya bak raja menjadi miskin tak terhingga, semua disebabkan karena cinta, cinta yang salah tentunya, sehingga menjadikan diri gelap pikirannya.

Sesungguhnya cinta itu adalah sesuatu rasa yang memiliki kekuatan, sekuat angin topan dan badai, jika manusia menempatkan rasa cinta itu pada porsi yang tepat. Cinta itu menguatkan, bukan melemahkan, sehingga ketika jatuh cinta seharusnya manusia menjadi lebih mendekat kepada Allah agar rasa cinta itu tidak menggiringnya menjadi manusia yang menghalalkan segala cara untuk melampiaskan cintanya.

Tanda-tanda orang yang sedang jatuh cinta, antara lain:

  1. Selalu mengingat wajah orang yang dicintainya
  2. Dalam segala kesempatan, hanya ada bayangan orang dicintainya
  3. Ponselnya berisi syair, foto, dan apapun tentang orang yang dicintainya
  4. Dunia hampa tanpa kehadiran kekasihnya
  5. Selalu merindukan dekat bersamanya
  6. Semua harapan hanya untuk kekasihnya
  7. Marah ketika sang kekasih hati dihina
  8. Tidak betah berlama-lama darinya

…solusi bagi orang yang sedang jatuh cinta adalah menikah bagi yang mampu, atau shaum untuk menjaga hati…

SOLUSI PENYEMBUHNYA

Pada hakikatnya, cinta itu bukanlah hal terlarang, Islam sebagai agama penuh cinta mengajarkan penduduk bumi saling mencinta. Manusia rajin beribadah kepada Allah karena rasa cinta. Seorang anak berbakti kepada orang tuanya karena cinta, sahabat menjaga kehormatan sahabatnya karena cinta, persaudaraan sedarah dan seiman langgeng karena cinta, seorang suami istri menjalani rumah tangga karena cinta. Allah menciptakan rasa cinta dalam diri manusia.

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir” (Qs Ar Rum 21).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu” (HR. At-Tirmidzi).

Resep mujarab bagi manusia yang sedang jatuh cinta telah tertuang dalam hadits berikut:

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sangat jelas solusi Rasulullah untuk umatnya jika sedang jatuh cinta, menikah bagi yang mampu, bukan membuat alasan-alasan tidak mampu hanya karena tidak cukup materi menggelar pesta mewah, menikah sederhana asalkan rukun menikahinya lengkap sudah cukup. Berpuasa untuk menjaga hati, karena godaan syaitan begitu dahsyat bagi manusia, maka menahan rasa cinta dengan cara syar’i jelas lebih menenteramkan.

Ditulis Oleh:
YULIANNA PS
(Penulis buku ‘Aku ingin berhijab’)

Sumber: Panjimas.com

, , ,