Harta dalam Perspektif Islam: Diputar Vs Disimpan

AL-UKHUWAH.COM – Dalam kehidupan umat manusia, harta merupakan keperluan hidup yang sangat penting. Sebab harta adalah salah satu bentuk perhiasan kehidupan dunia. Dengan harta, manusia dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari mulai dari yang primer, sekunder, bahkan tersier sekalipun. Oleh karena harta pula lah akan terjadi interaksi sosial atau hubungan horizontal (manusia).

Lantas, apa yang dimaksud dengan harta dalam perspektif Islam?

Harta dalam bahasa Arab disebut al-maal, yang merupakan akar kata dari lafadz maala – yamiilu – mailan yang berarti condong, cenderung, dan miring.

Dalam al-Muhith dan Lisan Arab, menjelaskan bahwa harta merupakan segala sesuatu yang sangat diinginkan oleh manusia untuk menyimpan dan memilikinya. Dengan demikian unta, kambing, sapi, tanah, emas, perak, dan segala sesuatu yang disukai oleh manusia dan memiliki nilai (qimah), ialah harta kekayaan.

Ibnu Asyr mengatakan bahwa, “Kekayaan pada mulanya berarti emas dan perak, tetapi kemudian berubah pengertiannya menjadi segala barang yang disimpan dan dimiliki”.

Selanjutnya, bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi harta yang dimilikinya? Apakah harta kekayaan itu akan ditimbunnya atau dimanfaatkan? Bagaimana pula bentuk pemanfaatannya? Silahkan simak dalam makalah berikut ini:

Unduh Makalah:
Harta dalam Perspektif Islam: Diputar Vs Disimpan

, ,